Cerita ini dikirim oleh seorang teman facebook saya, ntah ini kisah dia atau karangan saja, tang pasti kisah ini sangat berguna bagi seorang ayah pekerja sejati.
Pada suatu hari, seorang laki-laki pulang dari bekerja larut malam.
Hari itu sangat melelahkan baginya. Sesampainya dirumah ia mendapati anaknya yang berusia
5 tahun sudah menunggunya di depan pintu rumah.
Anak: “Ayah, boleh dedek bertanya?”
Ayah: “yeah, boleh, ada apa?” jawab sang ayah.
Anak: “Ayah, berapa gaji ayah dalam satu jam?”
Ayah: “Bukan urusan mu.. ngapain kamu nanya-nanya hal begitu??” jawab sang ayah dengan marah.
Anak: ” dedek cuma pengen tahu ayah… tolonglah ayah, beritahu dedek, berapa penghasilan ayah dalam sejam?” tanya si anak dengan memelas
Ayah: “baiklah, jika kamu emang pengen tahu, gaji ayah mu ini Cuma Rp.30.000 sejam.. puas?” jawab si ayah dengan ketus.
Anak: ” Oh…” ujar si anak sambil menundukkan kepala… kemudian ia kembali bertanya
Anak: “ayah, boleh nggak dedek minta Rp.15.000?” tanya si anak dengan ragu-ragu.. Begitu mendengar pertanyaan
terakhir anaknya, kekesalan sang ayah langsung memuncak…. Pada saat itu juga sang ayah langsung berkata: “oh.. jadi kamu nanya
gaji ayah berapa Cuma mau minta uang untuk beli mainan2 ga penting atau barang2 ga berguna lain ya? Kalau begitu sekarang
kamu cepat masuk ke kamar mu dan TIDUR… kau tau sekarang jam berapa HAH? Mikir dong… ayah
kerja keras tiap hari untuk kamu dan mama mu, tapi kamu egois sekali… kelakuanmu sungguh memalukan” . Dengan wajah
sedih dan kepala menunduk si anak segera menuju ke kamarnya tanpa berkata-kata.. terlihat jelas
bahwa ia sangat sedih
mendengarkan perkataan
ayahnya… ia segera masuk
kedalam kamarnya dan menutup
pintu dengan perlahan. Sang ayah
lalu duduk di kursi dan tanpa
sengaja kembali memikirkan
permintaan anaknya barusan
ditengah malam buta seperti saat
itu. Dalam pikirannya ia sangat
kesal dan tak habis pikir kok
teganya anak yang disayanginya
itu malah menanyakan uang
disaat ia baru saja pulang dan
capek setelah bekerja keras
seharian. Setelah beberapa jam
berlalu, sang ayah mulai tenang,
dan ia bisa berpikir sedikit lebih
jernih. Ia kemudian berpikir: “yah,
namanya juga anak-anak…atau
mungkin saja anak ku memang
membutuhkan uang Rp.15.000 itu
untuk membeli sesuatu yang
sangat penting baginya. Lagi pula,
anak ku itu tidak terlalu sering
minta uang kok… ia juga bukan
anak yang suka konsumtif.” Lalu
sang ayah segera menuju
kekamar anaknya, lalu membuka
pintu kamar anaknya itu. “kamu
udah tidur sayang?” tanya sang
ayah. “belum ayah”, jawab
anaknya dengan suara agak
terbata-bata. “Ayah udah berpikir,
mungkin tadi ayah terlalu keras”
kata sang ayah. “Hari ini sangat
melelahkan buat ayah , ayah minta
maaf telah melampiaskan
kekesalan ayah padamu. Ini,
Rp.15.000 yang kamu minta tadi”
kata sang ayah dengan nada
lembut. Si anak seketika itu juga
langsung berdiri dan tersenyum.
“OH… terima kasih ayah… ” ujar
anaknya dengan riang. Kemudian,
ia merogoh kebawah bantalnya
dan mengeluarkan setumpuk
uang kertas yang sudah lusuh. Si
anak kemudian mulai menyusun
dan merapikan uang yang
dimilikinya itu diatas kasur. Ketika
sang ayah melihat ternyata
anaknya sudah punay uang dalam
jumlah yang cukup banyak, ia
kembali marah dan kesal. “Untuk
apa kamu minta uang lagi kalau
kamu udah punya uang sebanyak
itu?” tanya sang ayah dengan
nada tinggi. “Soalnya sebelum
ayah kasih, uangnya nggak cukup
ayah…” jawab sang anak. “Tapi
sekarang dedek udah punya uang
yang cukup”, kata si anak
kemudian. “Ayah, sekarang aku
sudah punya Rp.30.000.. boleh
nggak aku membeli waktu ayah
satu jam saja…?” tanya anaknya
dengan nada sungguh-sungguh
dan polos.. “dedek mau makan
malam bareng sama ayah dan
mama… besok ayah pulang cepat
ya…” ujar si anak dengan
sungguh-sungguh… matanya
menatap polos pada sang ayah
yang diam terpaku dihadapannya.
Mendengar perkataan anaknya,
sang ayah langsung terenyuh dan
menangis.. ia lalu segera
merangkul anak yang
disayanginya itu sambil menangis
dan minta maaf pada sang anak..
“Maafkan ayah sayang…” ujar
sang ayah. “Ayah telah khilaf,
selama ini ayah lupa untuk apa
ayah bekerja keras…maafkan ayah
anakku…” kata sang ayah
ditengah suara tangisnya. Si anak
hanya diam membisu dalam
dekapan sang ayah… Cerita ini
hanyalah untuk mengingatkan
kita semua yang selalu bekerja
keras dalam hidup ini. Janganlah
kita membiarkan waktu berlalu
begitu saja tanpa kita sempat
menikmati waktu yang sangat
berharga tersebut bersama
orang-orang yang sangat kita
sayangi dan sangat berarti dalam
hidup kita. Ingatlah untuk selalu
berusaha menyisihkan waktu
seharga Rp.30.000 untuk orang-
orang yang Anda cintai dan
sayangi. Jika kita meninggal
besok, perusahaan tempat kita
bekerja dapat dengan mudah
mengganti orang yang
menempati posisi kita hanya
dalam hitungan hari.. Tapi,
keluarga dan orang dekat tercinta
yang kita tinggalkan akan
merasakan kehilangan itu
sepanjang hidupnya… Bila kita
memikirkannya, kenapa kita
masih saja mencurahkan seluruh
hidup kita hanya untuk bekerja???
Semoga menjadi bahan renungan